Museum Penerangan Hadirkan Pameran Jaladri Dhvani, Menelusuri Jejak Informasi yang Berlayar di Nusantara
Surakarta, 26 Juli 2026 – Museum Penerangan turut berpartisipasi dalam Pameran Bersama Abhinawa Bhumi 2 yang diselenggarakan di Ndalem Djojokoesoeman, Surakarta, pada 23–26 Juli 2026. Mengusung tema "Jaladri Dhvani: Ketika Informasi Berlayar di Nusantara", Museum Penerangan mengajak pengunjung melihat kembali bagaimana laut telah menjadi jalur penting penyebaran informasi, jauh sebelum hadirnya teknologi komunikasi modern.
Mengangkat narasi tentang hubungan antara kemaritiman dan komunikasi, Museum Penerangan menghadirkan koleksi yang merekam perjalanan penyampaian pesan di wilayah kepulauan Indonesia. Tema Jaladri Dhvani berangkat dari pemahaman bahwa laut bukan sekadar ruang pemisah antarpulau, melainkan ruang yang menghubungkan manusia, budaya, serta pertukaran pengetahuan dan informasi.
Narasi pameran diwujudkan melalui tiga koleksi utama yang merepresentasikan perjalanan komunikasi di wilayah maritim. Terompet To'is dari Pulau Rote menjadi simbol komunikasi tradisional yang memanfaatkan bunyi dengan kode-kode tertentu untuk menyampaikan pesan, mulai dari informasi pemerintahan, kegiatan keagamaan, hingga tanda keadaan darurat. Lebih dari sekadar alat komunikasi, To'is juga menjadi simbol pemersatu masyarakat pesisir.
Sementara itu, koleksi Seragam Juru Penerang menghadirkan kisah tentang sosok di balik penyebaran informasi. Juru Penerang memiliki peran penting sebagai penyampai pesan pemerintah kepada masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang belum terjangkau oleh media massa. Koleksi ini mengingatkan bahwa keberhasilan komunikasi tidak hanya ditentukan oleh media yang digunakan, tetapi juga oleh manusia yang mengemban tugas menyampaikan informasi secara langsung kepada masyarakat.
Melengkapi narasi tersebut, Museum Penerangan juga menghadirkan alat peraga berupa pop-up koleksi Perahu Departemen Penerangan RI yang menggambarkan sarana operasional para Juru Penerang untuk menjangkau wilayah-wilayah yang hanya dapat diakses melalui jalur laut maupun sungai. Kehadiran perahu ini memperlihatkan bahwa perairan Nusantara bukan sekadar jalur transportasi, tetapi juga menjadi ruang tempat informasi dibawa hingga ke daerah-daerah terpencil.
Melalui pameran Jaladri Dhvani, Museum Penerangan menegaskan bahwa di luasnya laut Nusantara selalu terdapat suara yang berlayar, pesan yang menjangkau, dan pengetahuan yang terus diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pameran ini menjadi pengingat perkembangan komunikasi yang kita nikmati saat ini merupakan hasil dari perjalanan panjang yang telah melintasi ruang, waktu, bahkan lautan.


0 Comments:
Tinggalkan Komentar