Koleksi

  • Kategori: sejarah-departemen-penerangan-dan-komunikasi-tradisional

Minirama Pertemuan Kelompencapir

Kelompencapir adalah singkatan dari Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pirsawan—kelompok masyarakat yang aktif menyimak informasi dari radio, koran, dan televisi. Di masa lalu, program ini tumbuh dari kesadaran warga untuk saling berdiskusi dan mencari solusi atas persoalan yang dihadapi sehari-...

Selengkapnya

Diorama Rapat Raksasa di Lapangan Ikada tanggal 19 September 1945

Diorama ini menggambarkan pidato singkat Presiden Soekarno di hadapan lebih dari 200.000 rakyat Indonesia di Lapangan Ikada, Jakarta. Peristiwa ini terjadi sebulan setelah proklamasi kemerdekaan, tepatnya pada 19 September 1945. Pada saat itu, rakyat Indonesia masih menghadapi ketidakpastian. Pasuka...

Selengkapnya

Diorama Sambung Rasa

Kegiatan “Sambung Rasa” adalah salah satu bentuk komunikasi langsung yang dijalankan Departemen Penerangan sejak era 1970-an, khususnya ketika bulan Ramadhan. Melalui kegiatan ini, para juru penerang hadir langsung ke desa-desa untuk berdialog dengan masyarakat. Warga bebas menyampaikan...

Selengkapnya

Cak Durasim

Cak Durasim dikenal sebagai tokoh ludruk yang tak hanya menghibur, tetapi juga menyuarakan perlawanan melalui panggung seni. Pada tahun 1930-an, ia memelopori bentuk ludruk baru yang menggambarkan kehidupan rakyat sehari-hari, menjadikannya alat komunikasi yang kuat untuk menyampaikan kritik sosial....

Selengkapnya

Ki Narto Sabdo

Ki Nartosabdo adalah dalang legendaris yang mengangkat wayang sebagai media penerangan budaya dan moral bangsa. Lahir di Klaten pada tahun 1925, ia mengawali karir sebagai pembuat seruling dan penabuh gamelan sebelum akhirnya dikenal luas sebagai dalang sejak tahun 1958. Meski bukan keturunan dalang...

Selengkapnya

R. Bakrie Soeriaatmadja

R. Bakrie Soeriaatmadja sudah aktif dalam dunia jurnalistik dan penerangan sejak usia muda. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Persatuan Djurnalis Indonesia (PERDI) Bandung dan menjadi pengurus besar PERDI di Solo. Selain menulis di berbagai surat kabar, ia juga aktif menyuarakan isu-isu penting melal...

Selengkapnya

R.U. Parta Suwanda

Tokoh legendaris wayang golek asal Bandung ini lahir dengan nama Rachmat Umar. Sejak kecil, ia telah menunjukkan minat besar pada dunia pedalangan dengan membuat wayang-wayangan dari tangkai daun singkong. Meskipun berprofesi sebagai guru bantu, kecintaannya terhadap seni mendalang tak pernah padam....

Selengkapnya

Proyektor Film 35mm Jing Gang Shan

Proyektor film 35 mm Jing Gang Shan (Baca: Chin Kang Shan) ini merupakan sarana operasional pemutaran film layar tancap dari tahun 1978 dengan wilayah se-Jawa Barat. Proyektor ini digunakan untuk memutar film layar tancap yang disajikan kepada masyarakat, yang sifat kontennya disamping menghibur jug...

Selengkapnya

Proyektor Film Portabel ELMO 1960

Proyektor Type CL 16 mm, Merk Elmo ini dioperasionalkan selama 20 tahun, dari tahun 1995 hingga 2015 dan dibawa sampai ke daerah Pekanbaru, Riau. Dalam pengoperasiannya, penggunaan proyektor ini selalu berkoordinasi dengan Juru Penerangan dan aparat setempat sebelum pemutaran film dilaksanakan. Proy...

Selengkapnya