Kamera Film Usmar Ismail
Kamera ini digunakan oleh Usmar Ismail dan juru kameranya, Max Tera, dalam produksi film Perfini pada awal 1950-an. Kamera buatan Prancis ini digerakkan secara elektrik dan mampu merekam 8–48 frame per detik, dilengkapi tiga lensa untuk pengambilan gambar dengan teknik sinematografi yang varia...
Selengkapnya
Kamera Film Mitchell BNC
Kamera Film Mitchell BNC (Blimped Newsreel Camera) ini menjadi simbol kemajuan teknologi sinematografi. Digunakan oleh Perusahaan Film Negara (PFN), kamera ini merekam berbagai film ikonik Indonesia salah satunya Si Pintjang (1951), film anak-anak pertama di Indonesia. Kamera ini juga digunakan dala...
Selengkapnya
Megafon Sutradara Film
Alat berupa corong ini dipergunakan oleh sutradara film dalam memberikan pengarahan kepada para pemain dan karyawan pendukung pembuatan filmnya. Fungsinya adalah agar suara sutradara dapat didengar dengan jelas. Alat ini dipergunakan sampai pertengahan tahun 1950-an.
Selengkapnya
Mikrofon Dubbing Film AWA
Mikrofon ini adalah alat untuk pengisian suara film, digunakan sampai pertengahan tahun 1950-an. Memiliki ciri fisik berbahan besi dan karet. Mikrofon ini berbentuk silinder pada bagian penerima suara dan berbentuk huruf “Y” pada bagian tatakan mikrofon. Memiliki warna hitam dan kuning....
Selengkapnya
Djamaluddin Malik
Djamaluddin Malik adalah pelopor industri perfilman nasional yang menjadikan layar lebar sebagai medium penting dalam menyampaikan pesan-pesan kebangsaan. Lahir di Padang pada 13 Februari 1917, ia mendirikan perusahaan film NV PERSARI pada tahun 1951, yang kemudian menjadi penggerak dunia perfilman...
Selengkapnya
Suryo Sumanto
Dikenal luas sebagai "Pak Manto", Suryo Sumanto adalah tokoh berpengaruh dalam dunia seni dan perfilman Indonesia. Walaupun bukan seorang aktor, ia menjabat sebagai Ketua Umum PARFI (Persatuan Artis Film Indonesia) lebih dari satu dekade hingga akhir hayatnya. Pada masa pendudukan Jepang, ia memimpi...
Selengkapnya
Usmar Ismail
Usmar Ismail dikenal sebagai Bapak Perfilman Indonesia, sekaligus pelopor perfilman nasional pasca-kemerdekaan. Ia menjadikan film sebagai alat perjuangan dan penerangan, membawa semangat bangsa ke layar lebar lewat cerita yang lahir dari realitas Indonesia. Dibesarkan dalam lingkungan religius dan...
Selengkapnya
Piala Bing Slamet
Piala Bing Slamet merupakan penghargaan untuk film terbaik dalam ajang Festival Film Indonesia (FFI), yang pertama kali diberikan pada tahun 1983. Nama piala ini diambil dari sosok Bing Slamet, seorang pelawak, aktor, dan musisi legendaris Indonesia yang dikenal serba bisa dan dicintai masyarakat. P...
Selengkapnya
Piala Chaidir Rachman
Piala Chaidir Rachman merupakan penghargaan bagi kritik film terbaik dalam ajang Festival Film Indonesia (FFI), yang pertama kali diberikan pada tahun 1983 dengan nama awal Piala Mitra. Sejak 1990, namanya diubah untuk menghormati Chaidir Rachman, seorang wartawan dan sutradara yang berperan penting...
Selengkapnya